5 Kesalahan Umum Mahasiswa Saat Submit Artikel, dan Cara Menghindarinya
Publikasi artikel ilmiah semakin menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa maupun peneliti. Mulai dari syarat kelulusan, penilaian mata kuliah, hingga syarat administratif untuk melanjutkan studi atau melamar pekerjaan, kemampuan menulis dan mempublikasikan artikel kini tidak bisa diabaikan.
Sayangnya, banyak mahasiswa yang masih melakukan kesalahan saat mengajukan (submit) artikelnya ke jurnal. Kesalahan ini sering berakibat fatal: mulai dari artikel ditolak, revisi berulang, hingga tertundanya kelulusan.
Berikut adalah 5 kesalahan umum mahasiswa saat submit artikel, beserta cara menghindarinya.
1. Tidak Membaca Author Guidelines dengan Teliti

Setiap jurnal memiliki author guidelines atau panduan penulisan yang berbeda. Mulai dari format sitasi, panjang artikel, hingga aturan gambar dan tabel.
Kesalahan umum: Mahasiswa langsung submit tanpa menyesuaikan format artikel. Akibatnya, naskah langsung ditolak di tahap awal (desk rejection).
Solusi: Selalu baca dan pahami panduan jurnal sebelum menulis. Buat checklist untuk memastikan artikel sesuai dengan aturan.
2. Referensi Tidak Memadai

Banyak mahasiswa hanya mengandalkan 5–10 referensi, bahkan sebagian besar dari blog atau sumber non-akademik. Padahal, jurnal umumnya mensyaratkan minimal 15–20 referensi dengan dominasi dari artikel ilmiah.
Kesalahan umum: Referensi terlalu sedikit atau tidak relevan dengan topik.
Solusi: Gunakan database akademik seperti Google Scholar, DOAJ, atau ResearchGate untuk memperkaya daftar pustaka.
3. Plagiarisme atau Kemiripan Tinggi

Plagiarisme menjadi salah satu alasan utama penolakan artikel. Banyak mahasiswa yang tidak sadar bahwa mengutip tanpa tanda kutip atau parafrasa buruk dapat terdeteksi sebagai plagiarisme.
Kesalahan umum: Artikel memiliki tingkat similarity di atas 30%.
Solusi: Gunakan plagiarism checker sebelum submit, serta pastikan teknik parafrasa dan sitasi sudah tepat.
4. Bahasa dan Struktur Penulisan Tidak Rapi

Artikel ilmiah menuntut bahasa yang formal, padat, dan jelas. Namun, banyak mahasiswa menulis dengan gaya naratif layaknya skripsi, atau menggunakan bahasa campuran yang tidak sesuai standar akademik.
Kesalahan umum: Artikel sulit dipahami, banyak typo, dan struktur tidak sesuai IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion).
Solusi: Gunakan template jurnal, minta bantuan proofreading, dan biasakan diri dengan standar IMRAD.
5. Salah Memilih Jurnal

Tidak semua jurnal cocok untuk topik penelitian. Salah memilih jurnal membuat artikel ditolak karena dianggap tidak sesuai fokus dan scope.
Kesalahan umum: Mahasiswa hanya asal submit ke jurnal yang cepat terbit, tanpa memperhatikan bidang atau kualitasnya.
Solusi: Pastikan jurnal yang dituju sesuai bidang keilmuan, bereputasi baik (terindeks), serta memiliki waktu review yang realistis.
Kesimpulan
Menghindari kesalahan di atas akan meningkatkan peluang artikel diterima di jurnal dengan lebih cepat. Kuncinya adalah disiplin membaca panduan, memperhatikan kualitas referensi, menjaga orisinalitas, serta menyesuaikan target jurnal.
Jika Anda masih merasa ragu atau kewalahan dalam proses publikasi, Andalan Publisher hadir untuk membantu. Kami mengelola enam jurnal open-access multidisipliner di luar SINTA dengan proses cepat dan profesional, serta menyediakan pendampingan publikasi di jurnal terakreditasi SINTA (2–6).
Dengan layanan kami, mahasiswa dan peneliti tidak perlu lagi bingung menghadapi revisi berulang, salah format, atau salah pilih jurnal. Bersama Andalan Publisher, publikasi jadi lebih mudah, efisien, dan terpercaya.
0 Comments